Braxton dan Kara Southwick adalah keluarga dengan enam anak yang tinggal di pinggiran Salt Lake City, Utah. Sekilas tak ada yang menarik dari keluarga ini, namun aksi mereka yang gila sekaligus cemerlang tentang persiapan diri menyambut kiamat.
Saat menjalani wawancara dengan LiveScience, Southwick mengatakan telah menyiapkan diri menjelang hari kiamat dengan menyimpan persediaan makanan lebih dari 900 kilogram tepung, gula dan gandum, belum lagi 14 senjata dan delapan ekor ayam yang cukup untuk menopang hidup delapan anggota keluarga mereka lebih dari satu tahun.
"Saya prihatin dengan peristiwa yang sedang terjadi di dunia, dan saya merupakan pria yang sangat percaya hari kiamat. Saya rasa dunia tidak akan berakhir pada 2012, namun semua yang diramalkan suku Maya membuat saya menjadi lebih yakin akan hari kiamat" ujar Braxton.
Tak hanya takut akan kiamat Braxton pun berujar selain kiamat ketakutannya yang lain adalah serangan senjata biologis teroris, yaitu virus cacar. Menurutnya hal itu sangat mungkin terjadi, apalagi melihat mendapatkan senjata biologis relatif mudah, karena Libya, Irak dan Iran terlibat dalam perang senjata biologis.
"Menghindari ancaman dengan menuju ke tempat persembunyian kami di hutan, dengan semua perlengkapan. Kami memiliki alat pelindung untuk seluruh keluarga jika terjadi serangan virus cacar," ujarnya.
"Saya prihatin dengan peristiwa yang sedang terjadi di dunia, dan saya merupakan pria yang sangat percaya hari kiamat. Saya rasa dunia tidak akan berakhir pada 2012, namun semua yang diramalkan suku Maya membuat saya menjadi lebih yakin akan hari kiamat" ujar Braxton.
Tak hanya takut akan kiamat Braxton pun berujar selain kiamat ketakutannya yang lain adalah serangan senjata biologis teroris, yaitu virus cacar. Menurutnya hal itu sangat mungkin terjadi, apalagi melihat mendapatkan senjata biologis relatif mudah, karena Libya, Irak dan Iran terlibat dalam perang senjata biologis.
"Menghindari ancaman dengan menuju ke tempat persembunyian kami di hutan, dengan semua perlengkapan. Kami memiliki alat pelindung untuk seluruh keluarga jika terjadi serangan virus cacar," ujarnya.
Mengenai idenya ini, tak jarang keluarga ini pun di cap sebagai keluarga gila karena mengatakan sesuatu yang tak masuk akal.
"Mereka melakukan ini [menatap kosong]. Mereka tidak tahu apakah aku gila atau cerdas cemerlang. Istri saya mengira aku gila. Saya bilang sih seperti ini: Anda memiliki rekening tabungan dan berharap semoga Anda tidak harus menggunakannya untuk perawatan medis darurat. Kami melakukan hal yang sama, tapi dengan makanan, bahan bakar, dan batu bara yang saya kubur di halaman belakang. Juga sebuah generator. Bagi kami itu seperti uang yang disimpan di bank," jelasnya.
"Mereka melakukan ini [menatap kosong]. Mereka tidak tahu apakah aku gila atau cerdas cemerlang. Istri saya mengira aku gila. Saya bilang sih seperti ini: Anda memiliki rekening tabungan dan berharap semoga Anda tidak harus menggunakannya untuk perawatan medis darurat. Kami melakukan hal yang sama, tapi dengan makanan, bahan bakar, dan batu bara yang saya kubur di halaman belakang. Juga sebuah generator. Bagi kami itu seperti uang yang disimpan di bank," jelasnya.
Namun jika suatu saat hal yang mereka takuti tak terjadi, Braxton pun mengaku bukan masalah besar karena semua ini hanya antisipasi.
"Ini adalah proyek kecil kami. Beberapa orang mengumpulkan pernak-pernik dan porselen. Kami mengumpulkan makanan dan lainnya. Nantinya juga kami akan menggunakan semua makanan dan bahan bakar yang kami kumpulkan itu," jawabnya santai.
"Ini adalah proyek kecil kami. Beberapa orang mengumpulkan pernak-pernik dan porselen. Kami mengumpulkan makanan dan lainnya. Nantinya juga kami akan menggunakan semua makanan dan bahan bakar yang kami kumpulkan itu," jawabnya santai.