Sabtu, 17 November 2012

Takut Kiamat, Keluarga Ini Simpan Persediaan Makanan untuk Setahun


Takut Kiamat, Keluarga Ini Simpan Persediaan Makanan untuk SetahunFoto Keluarga Braxton dan Kara Southwick
Braxton dan Kara Southwick adalah keluarga dengan enam anak yang tinggal di pinggiran Salt Lake City, Utah. Sekilas tak ada yang menarik dari keluarga ini, namun aksi mereka yang gila sekaligus cemerlang tentang persiapan diri menyambut kiamat.
Saat menjalani wawancara dengan LiveScience, Southwick mengatakan telah menyiapkan diri menjelang hari kiamat dengan menyimpan persediaan makanan lebih dari 900 kilogram tepung, gula dan gandum, belum lagi 14 senjata dan delapan ekor ayam — yang cukup untuk menopang hidup delapan anggota keluarga mereka lebih dari satu tahun.

"Saya prihatin dengan peristiwa yang sedang terjadi di dunia, dan saya merupakan pria yang sangat percaya hari kiamat. Saya rasa dunia tidak akan berakhir pada 2012, namun semua yang diramalkan suku Maya membuat saya menjadi lebih yakin akan hari kiamat" ujar Braxton.

Tak hanya takut akan kiamat Braxton pun berujar selain kiamat ketakutannya yang lain adalah serangan senjata  biologis teroris, yaitu virus cacar. Menurutnya hal itu sangat mungkin terjadi, apalagi melihat mendapatkan senjata biologis relatif mudah, karena Libya, Irak dan Iran terlibat dalam perang senjata biologis.

"Menghindari ancaman dengan menuju ke tempat persembunyian kami di hutan, dengan semua perlengkapan. Kami memiliki alat pelindung untuk seluruh keluarga jika terjadi serangan virus cacar," ujarnya.
Mengenai idenya ini, tak jarang keluarga ini pun di cap sebagai keluarga gila karena mengatakan sesuatu yang tak masuk akal.

"Mereka melakukan ini [menatap kosong]. Mereka tidak tahu apakah aku gila atau cerdas cemerlang. Istri saya mengira aku gila. Saya bilang sih seperti ini: Anda memiliki rekening tabungan dan berharap semoga Anda tidak harus menggunakannya untuk perawatan medis darurat. Kami melakukan hal yang sama, tapi dengan makanan, bahan bakar, dan batu bara yang saya kubur di halaman belakang. Juga sebuah generator. Bagi kami itu seperti uang yang disimpan di bank," jelasnya.
Namun jika suatu saat hal yang mereka takuti tak terjadi, Braxton pun mengaku bukan masalah besar karena semua ini hanya antisipasi.

"Ini adalah proyek kecil kami. Beberapa orang mengumpulkan pernak-pernik dan porselen. Kami mengumpulkan makanan dan lainnya. Nantinya juga kami akan menggunakan semua makanan dan bahan bakar yang kami kumpulkan itu," jawabnya santai.

Kisah Inspiratif Seorang Bule Berjalan Menempuh 5.900KM Menuju Mekkah

Hidup di negara Bosnia dengan minoritas penduduk muslim sama sekali tak melunturkan imannya terhadap Islam. Adalah Senad Hadzic, pria berusia 47 tahun ini menempuh tujuh negara, dari sebuah desa kecil di Bosnia ke Kota Suci Mekah dengan berjalan kaki hanya untuk menunaikan ibadah haji. “Saya ingin sekali berhaji, tapi tak punya uang, Saya lalu memutuskan untuk berjalan kaki ke Arab Saudi, dengan bekal 200 euro (setara Rp2,5 juta)”, katanya seperti dimuat situs Onislam.net yang kemudian dikutip Ruanghati.com, Senin (22/10). ” Pria berwajah bule ini berangkat dari kampung halamannya, pada bulan Desember 2011 lalu dengan menempuh perjalanan 5.900 kilometer menuju Mekah. Tiap harinya Hadzic mampu menempuh jarak 12 hingga 20 mil dengan beban ransel besar seberat 20 kilo di gendongannya. “Saya tidur di masjid, sekolah, dan tempat lain, termasuk di rumah orang-orang berhati mulia yang ingin meringankan beban saya,” kata dia. Orang-orang di sepanjang jalan yang ia lintasi kerap bertanya, apakah ia tak ngeri melintasi wilayah-wilayah yang menjadi ajang pertumpahan darah seperti Suria, ia pun menjawabnya, “Mengapa harus takut? Allah menyertaiku.” ”Perjuangan yang saya lakukan atas nama Allah, demi Islam, untuk Bosnia–Herzegovina, orang tua, dan adik saya.” ujarnya. Perjuangan berat Hadzic akhirnya terbayar. Ia tiba di Tahan Suci Sabtu 20 Oktober 2012. “Aku tak merasa lelah, hari itu adalah yang terbaik dalam hidupku.”  

Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/10/24/kisah-inspiratif-seorang-bule-berjalan-menempuh-5-900km-menuju-mekkah/

Benarkah Syeh Siti Jenar Adalah Seorang Wanita?


Penyebaran agama Islam di Nusantara tidak bisa dilepaskan dari peran besar Walisongo. Namun selain Walisongo, juga terkenal sosok Syekh Siti Jenar. Dialah sosok tokoh Islam yang sangat fenomenal dan kontroversial di Nusantara yang dikenal memiliki ajaran dan kepercayaan ‘Manunggaling Kawulo Gusti’. Bahkan kisah Syekh Siti Jenar juga pernah di filmkan. Namun film yang pernah mengulas tentang ajaran hingga matinya Syekh Siti Jenar tidak pernah dijelaskan asal-usulnya. Dalam kegiatan Borobudur Writer & Cultural Festival 2012 yang digelar di Hotel Manohara, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Jateng Selasa(30/10) terungkap bahwa tokoh Syekh Siti Jenar diduga adalah anak dari salah satu tokoh Walisongo itu sendiri, yaitu Sunan Ampel. KH Muhammad Sholikhin yang merupakan penulis buku salah satu di antaranya buku ‘Trilogi Syekh Siti Djenar’ dengan tegas berani menyatakan bahwa Syekh Siti Jenar atau Syekh Lemah Abang adalah anak dari Sunan Ampel. Hal ini berdasarkan kitab Maktab Da’imi. Kitab tersebut berisi dan menjelaskan silsilah habib dan sayidh dan mengungkap fakta bahwa Syekh Siti Jenar masih sedarah dengan seorang wali. “Salah satu versi Maktab Da’imi keturunan habib dan sayidh salah satu mengatakan Siti Jenar anak Sunan Ampel Raden Abdul Jalil di Jepara. Abdul Jalil adalah anak dari Abdul Soleh. Beliau punya ajaran berbeda disuruh berjalan ke barat dengan pake nama samaran di Jepara pake nama Abdul Jalil bin Datuk Soleh,” ungkapnya. Secara silsilah atau kekerabatan, Datuk dari para Walisongo Syekh Siti Jenar merupakan keturunan ke 23 dari Nabi Muhammad SAW. “Kekerabatan antar Walisongo Datuk Walisongo Syeh Jumadil Kubro yang merupakan keturunan ke-20 rosulullah Muhammad. Siti Jenar, Sunan Ampel, Maulana Malik Ibrohim keturunan yang ke 23 rosulullah. Selain Maulana Malik ada Raden Sahid alias Sunan Kalijaga ada Raden Paku yang kondang disapa Raden Pakuningrat,” ungkapnya. Versi lain di Jawa, Siti Jenar tinggal di Cirebon menyebarkan ajaran di Jawa. Maka dia sering dikenal sebagai Ulama Jawani. Beliau yang bisa lakukan Islam Jawani. Islam itu baginya adalah suatu ajaran hakekat digunakan sebagai cara pendekatan kepada rakyat. Prinsipnya, saiki neng kene aku gelem (sekarang di sini aku mau). Fakta keberadaan sosok Syekh Siti Jenar juga ditemukan dalam beberapa kitab-kitab lain yaitu kitab Kropak Ferarra yang diterbitkan Yayasan Al Fikr di Surabaya kemudian dokumen lain seperti Serat Syeh Siti Jenar, Suluk Syeh Lemah Abang oleh Van Rokl. Kitab serat Syeh Siti Jenar karangan Mangunwijoyo. Serat Syeh Siti Jenar Anonim di Museum Budoyo Sono Surakarta. Kitab wali sepuluh Kraton Karjono, Serat Derajat, di Cirebon. Namun, bukti-bukti yang ditemukan secara arkeologi sampai saat ini asal-usul keberadaan Syekh Siti Jenar sama sekali belum bisa dibuktikan. Persoalan kontroversi harus bisa pahami sebagai pengalaman sejarah atau sajaroh seperti tumbuhan yang baik. Kontroversi asal usul Siti Jenar adalah bagian kecil dari Walisongo. Lalu kenapa Syekh Siti Jenar dipandang kontroversi besar? Karena seolah dia seperti dipinggirkan. Yang jelas, keberadaan Walisongo pun juga kontroversi. Syekh Maulana Maghribi sama seperti Siti Jenar diakui ada makamnya di banyak tempat. Di Klaten, Tuban, Kedung Ombo, Jepara. Sama seperti Syekh Maulana Maghribi ada di Pantaran, Parangtritis, ada juga di Jatinom. Syekh Jumadil Kubro juga begitu, di Semarang Kaligawe ada, di Surabaya juga ada. Nama-nama beda tapi aliasnya Maghribi. Sebab Ghoib belum dijadikan pembenar dari sejarah. Perbedaan pendapat sejarah sangat memungkinkan. “Soal Siti Jenar dalam perspektif arkeologipun juga sangat miskin data. Sejarah narasi Walisongo dalam Arkeologi sangat sedikit. Yang sering disebut tokoh wali hanya 9 wali di Jawa. Padahal di Kalimantan, Sumatera banyak ulama-ulama yang jadi misteri sejarah dari sekian banyak sunan dan wali,” tuturnya. Keanggotaan Walisongo, sembilan wali dipastikan tidak hidup sejaman. Tidak seperti yang ada di film-film. Film-film itu saat ini menurut Muhammad Sholikhin dianggap hanya sebagai ketoprak. Mereka (Walisongo) berlima hidup di tahun dan di jaman yang lain. Wali istilah dari tiga bahasa kemukaan auliya dalam Alquran kekasih Allah. “Wali di Jawa diartikan sebagai pemimpin upacara. Wali juga ada dalam kontek politik atau nagari sebagai pemimpin. Sekian banyak sebut nama orang sangat dini jika kita menyebut sosok Siti Jenar itu tidak ada. Di Serat Gatoloco dan Serat Rebu Kenongo pernah ada orang kemukakan ajaran. Ada juga dugaan Siti Jenar adalah sosok perempuan. Siti di Jawa ada dua versi yang pertama bermakna tanah. Makna Siti yang kedua berasal dari kata arab Syaidati yang berarti tuan puteri,” ungkapnya. Kontroversi asal usul sosok Syekh Siti Jenar terjadi sampai sekarang karena tiga sebab. Pertama, kontroversi terjadi karena catatan sejarah terkait Siti Jenar sangat minim. Kedua, kontroversi terjadi karena berapa peneliti takut untuk masuk dan mendalami karena dibilang sesat. Dan yang ketiga, pengkaburan sosok Siti Jenar dalam cerita berasal dari cacing. Itu hal yang salah dalam film Walisongo itu. “Dia manusia yang bertempat tinggal di Lemah Abang. Sesuai yang ada dalam Serat Abang. Persoalan kontroversi harus bisa pahami sebagai pengalaman sejarah atau sajaroh seperti tumbuhan yang dibiarkan berkembang dengan baik,” pungkas Sholikhin. Sementara, Kyai Ngabei Agus Sunyoto penulis buku ‘Perjuangan dan Ajaran Syekh Siti Jenar (LKiS 2004) menyatakan bahwa kontroversi Siti Jenar dalam sejarah Walisongo muncul berbagai perspektif pemahaman dan keyakinan di masyarakat. Kontroversi Syekh Siti Jenar dalam Walisongo sering dipertentangkan dan diperselisihkan. Ada yang menganggap Siti Jenar bagian dari walisongo secara utuh. Sebagian menyebutkan nama bahwa Siti Jenar bukan bagian Walisongo tetapi musuh. “Ada yg menyebutkan bahwa Siti Jenar pernah jadi Walisongo lalu dipecat dan diganti Sunan Tembayat. Namun di sisi lain ada beberapa model hubungan Walisongo,” ucap Agus Sunyoto pendek.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/11/01/benarkah-syeh-siti-jenar-adalah-seorang-wanita/